Selasa, 18 Oktober 2011


EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA BENDA ASLI DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR  SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONSEP BANGUN RUANG DI KELAS IV SDN SALATIGA 03

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Belajar adalah  proses perubahan perilaku sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian belajar merupakan proses aktivitas siswa, belajar menuntut pencapaian tujuan melalui berbagai pengalaman. Dengan demikian, Nana Sudjana (2002) menjelaskan bahwa inti dari upaya mewujudkan aktivitas belajar pada diri siswa adalah harus bertitik tolak pada “Bagaimana upaya guru untuk mengembangkan dan menciptakan serta mengatur situasi yang memungkinkan siswa melakukan proses belajar, sehingga bisa merubah perilaku dalam proses pembelajaran”. Dalam pendidikan nasional memiliki tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Dalam  dunia pendidikan hal yang terpenting, adalah bagaimana cara untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu tentunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang efektif.
  Dalam Pembelajaran  memerlukan media yang sesuai, karena menurut Mulyasa (2005a:47) suatu faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas pembelajaran antara lain belum dimanfaatkannya sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa. Pengajaran menurut Rohani (2004:4) merupakan perpaduan dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Pengajaran matematika akan bisa disebut berjalan dan berhasil dengan baik, manakala ia mampu mengubah diri peserta didik selama ia terlibat di dalam proses pengajaran itu, dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.
Menurut Djamarah (2002:136) bahan ajar merupakan wahana penyalur informasi belajar. Sedangkan Menurut Suharta (2001:1) dalam pembelajaran  matematika selama ini, dunia nyata hanya dijadikan tempat mengaplikasikan konsep. Siswa mengalami kesulitan belajar  di kelas. Akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep matematika yang dipelajarinya, dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan  dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran di kelas ditekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep matematika yang dipelajari dengan pengalaman anak sehari-hari.
Oleh karena itu peneliti mengajukan penelitian dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Efektivitas Penggunaan Media Benda Asli dalam Pembelajaran matematika konsep bangun Ruang Siswa Kelas IV SDN Salatiga 03
1.2 Identifikasi Masalah
Permasalahan yang sering terjadi dalam proses pembelajaran adalah kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang efektif, sehingga terkadang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu penelitian guna mengetahui sejauh mana pemanfaatan media yang efektif didalam proses belajar mengajar.
1.3 Rumusan Masalah
Bedasarkan uraian diatas, maka permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Apakah penggunaan media benda asli yang Efektif dapat meningkatkan prestasi bangun ruang siswa kelas IV SDN Salatiga 03.
1.4 Tujuan Penelitian
 Dari rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
a.       untuk mengetahui sejauh mana guru memanfaatkan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
b.      untuk mengetahui apakah dalam proses belajar mengajar baik guru maupun calon guru sudah dapat menggunakan media pembelajaran yang efektif.
1.5. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:
a.       Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran dengan mempergunakan media pembelajaran benda asli, karena suasana pembelajaran dapat lebih menyenangkan, motivasi belajar siswa meningkat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa.
b.      Bagi guru hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukkan untuk meningkatkan Proses pembelajaran pada materi bangun ruang siswa kelas IV SDN Salatiga 03.
c.       Bagi peneliti hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk melakukan penelitian yang sejenis.
d.      Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, melalui pelatihan bagi guru tentang media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Kajian Teori
a.   Bangun Ruang
Bangun ruang adalah bangun tiga dimensi, yaitu bangun yang dapat dilihat dari semua sisinya. Media pembelajaran berupa model bangun ruang dapat dijadikan media pengajaran. Benda asli sangat membantu guru dalam menerangkan sesuatu kepada siswa untuk memahami materi yang disampaikan.
Model bangun ruang adalah media yang dibuat dengan ukuran tiga dimensi sehingga menyerupai benda aslinya untuk menjelaskan hal-hal yang tak mungkin kita peroleh dari benda yang sebenarnya. Model bangun ruang dapat dibuat dalam ukuran lebih besar atau lebih kecil dari benda aslinya, atau memperlihatkan bagian-bagian yang rumit dari sebuah benda yang sebenarnya keadaan tertutup.
b.      Pengertian Media Benda Asli
Media pembelajaran diartikan sebagai semua benda yang menjadi perantara dalam terjadinya pembelajaran. Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan metode pengajaran. Kedua aspek ini sangat berkaitan. Pemilihan salah satu media mengajar tentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan dikuasai siswa setelah pembelajaran yang berlangsung dan kontak pembelajaran, termasuk karakteristik siswa. Seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1986:4) dalam Arsyad (2006:4) bahwa hubungan komunikasi akan berjalan lancar dengan hasil yang maksimal apabila menggunakan alat bantu yang disebut dengan media komunikasi. Sedangkan menurut Gagne dan Briggs (1975:4) dalam Arsyad (2006:4) media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari: buku, tape recorder, Benda Nyata, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Dengan kata lain media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Sedangkan pengertian media menurut Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) yang dikutip oleh Wijaya (1991:137) adalah bentuk-bentuk komuniaksi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya dan media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Batasan yang diberikan dari pengertian media disini yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Dari beberapa pendapat diatas tentang pengertian media dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Media adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai dengan sempurna, (2) Media berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar, (3) Adapun yang disampaikan oleh guru mesti menggunakan media, paling tidak yang digunakan adalah media verbal yaitu berupa kata-kata yang diucapkannya dihadapan siswa, (4) Segala sesuatu yang terdapat dilingkungan sekolah, baik berupa manusia ataupun bukan manusia yang pada permulaannya tidak dilibatkan dalam proses belajar mengajar setelah dirancang dan di pakai dalam kegiatan tersebut.
1.      Jenis media
Bermacam-macam peralatan dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan pesan ajaran kepada siswa melalui penglihatan dan pendengaran untuk menghindari verbalisme yang masih mungkin terjadi kalau hanya digunakan alat bantu visual semata.
Oleh karena itu Berbagai jenis media yang dapat digunakan dalam proses komunikasi pembelajaran menurut Koyo Kartasurya (1991,140) seperti yang dikutip oleh Wijaya (1991:140) digolongkan menjadi: (1) Media visual meliputi gambar, sketsa, diagram, charts, grafik, kartun, poster, peta dan globe, (2) Media dengar meliputi radio, magnetic, tape recorder, magnetic sheet recorder, laboratorium bahasa, (3) Projected still media meliputi slide, film strip, over head projector, opaque projector, techitoscope, micro projector, micro film, (4) Projected motion media, meliputi film, film loop, televisi, closed circuit television (CC TV), video tape recorder, computer.

Sedangkan menurut Amir Hamzah Suleiman (1981,140) ) seperti yang dikutip oleh Wijaya (1991:140) jenis-jenis media dapat digolongkan sebagai berikut: (1) Alat-alat visual dua dimensi pada bidang yang tidak transparan yang meliputi gambar, gambar yang diproyeksikan dengan opaque projector, lembaran balik, wayang beber, grafik, diagram, bagan, peta, poster, gambar hasil cetak saring, foto dan gambar sederhana dengan garis dan lingkaran, (2) Berbagai macam papan yang meliputi papan tulis, papan flannel, papan magnet (white board) dan papan peragaan, (3) Alat-alat visual tiga dimensi yaitu meliputi benda asli, model, barang contoh atau specimen, alat tiruan sederhana atau mock-up, diaroma, pameran, dan bak pasir, (4) Alat-alat audio yang meliputi tape-recorder dan radio, (5) Alat-alat audio visual murni yang meliputi film suara, (6) Demonstrasi dan widyawisata.
Dari berbagai penjelasan diatas tentang jenis-jenis media, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya jenis-jenis media ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: (1) Media Dua Dimensi, Media dua dimensi merupakan media yang hanya dapat dipandang baik dengan bantuan proyektor atau tanpa bantuan proyektor. Misalnya: Gambar, sketsa, diagram, bagan, grafik, chart, lembaran balik, poster peta, dll, (2) Media Benda Nyata, Media tiga dimensi merupakan media yang dapat dipandang dari segala arah dan diraba bentuknya, dimana media tiga dimensi mewujudkan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Misalnya: benda asli, model, alat tiruan sederhana (mock-up), barang contoh (specimen), diaroma.
2.      Pemilihan Media
Proses pemilihan media menjadi penting karena kedudukan media yang strategis untuk keberhasilan pembelajaran. Alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran, karena didasari atas konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan.
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas, seringkali didasarkan atas pertimbangan, antara lain: (1) Merasa akrab dengan media tersebut, (2) Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkrit, (3) Media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi.
Pertimbangan ini diharapkan oleh guru dapat memenuhi kebutuhannya dalam mencapai tujuan yang telah ia tetapkan. Kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karasteristik) media yang bersangkutan. Pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteknya bahwa media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Karena itu, meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karasteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan.
Sedangkan menurut Dick dan Carey (1978:86) yang dikutip oleh Sadiman (2006:86) menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya. Setidaknya masih ada 4 (empat) faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media, yaitu: (1) Ketersediaan sumber setempat. Artinya bila media tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, harus dibeli atau dibuat sendiri, (2) Apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya, (3) Faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan, dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama, (4) Artinya media bisa digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun serta mudah dijinjing dan dipindahkan, (5) Efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.
Menurut Heinich dan kawan-kawan (1982:67) seperti yang dikutip oleh Arsyad (2006:67) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. ASSURE adalah singkatan dari Analyze Learner Characteristics, State Objective, Select, or modify media, utilize, require learner response, and evaluate. Model ini menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pembelajaran sebagai berikut: (a) Menganalisis karasteristik umum kelompok sasaran. (b) Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran. (c) Memilih, memodifiaksi atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat. (d) Menggunakan materi dan media. Setelah memilih materi dan media yang tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu diperlukan untuk menggunakannya. (e) Meminta tanggapan dari siswa. Guru sebaiknya mendorong siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai keefektifan proses belajar mengajar. (f) Mengevaluasi proses belajar. Tujuan utama evaluasi adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pembelajaran, keefektifan media, pendekatan dari guru sendiri.

c.       Pengaruh Penggunaan Media Benda Asli terhadap Prestasi Belajar Bangun Ruang
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan-bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara kerumitan bahan yang akan disampaikan. Penggunaan media benda asli dalam pembelajaran memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif, karena dapat mendorong motivasi dan meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. Setiap proses pembelajaran dilandasi dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode, media, alat, serta evaluasi. Dalam pencapaian tujuan, peranan media pembelajaran merupakan bagian terpenting pembelajaran yang dapat membantu siswa lebih mudah untuk memahami materi. Dalam proses belajar mengajar media benda asli atau nyata dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien.
Berdasarkan hal tersebut, dalam pembelajaran matematika media benda asli atau benda nyata sebenarnya sangat diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan dalam memahami materi dalam proses belajar mengajar. Jika dalam pembelajaran matematika tidak dapat menyajikan benda nyata, guru dapat menyajikan menggunakan media tiruan benda nyata. Contoh penyajian dengan menggunakan benda nyata dalam materi bangun ruang maka kita bisa mempergunakan kertas karton yang dibentuk seperti bangun balok dan pembungkus pasta gigi untuk membuktikan bangun balok secara langsung. Karena dengan ini dapat memberikan motivasi siswa dan memperjelas penyampaian materi sehingga siswa dengan mudah memahami materi bangun balok yang disampaikan dalam pembelajaran. Dan membuat dari kertas karton untuk membentuk bangun kubus.
2.2  Kajian Hasil Penelitian yang relevan
Kegiatan belajar mengajar yang memanfaatkan media pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. sebab dengan memanfaatkan media yang efektif dapat meminalkan dominasi dari guru, maka perlu direncanakan media  untuk kelompok maupun individu, baik untuk alat peraga  maupun sarana. secara khusus dengan pemanfaatan media benda asli yang efektif dapat meningkatkan prestasi bangun ruang siswa kelas IV SDN Salatiga 03 pada pembelajaran matematika.


2.3  Kerangka berpikir
Bedasarkan beberapa kajian teoritis mengenai media pembelajaran diartikan sebagai semua benda yang menjadi perantara dalam terjadinya pembelajaran. Oleh sebab itu dalam proses belajar mengajar hal yang terpenting bagi guru adalah mampu memanfaatkan media pembelajaran secara efektif dan maksimal sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
2.4  Hipotesis tindakan
Penggunaan media benda asli yang efektif dalam pembelajaran matematika dengan konsep bangun ruang diduga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. karena dengan penggunaan media dapat memberikan kemudahan pada siswa untuk memahami materi yang dipelajarinya.













BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Setting dan karakteristik subyek  penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas IV Tahun Pelajaran 2009-2010. Jumlah siswa Kelas IV seluruhnya adalah 37 siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas IV SDN Salatiga 03, untuk mata pelajaran matematika pada materi bangun ruang. Sedangkan karakteristik siswa di kelas tersebut adalah memiliki karakteristik yang hampir sama, artinya tingkat kemampuan atau  prestasi belajarnya cenderung sama. setelah dilakukan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan pemanfaatan media benda asli secara efektif.
3.2 Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini variabel yang menjadi sasaran dalam rangka PTK adalah peningkatan prestasi belajar siswa dengan penggunaan media benda asli dalam pembelajaran matematika konsep bangun ruang. dimana setelah diadakan penelitian dengan efektivitas penggunaan media benda asli dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Proses pembelajaran yang memanfaatkan media secara maksimal memberikan kemudahan pada siswa untuk memahami materi yang dipelajari secara khusus pada pelajaran matematika dengan konsep bangun ruang.
3.3 Rencana Tindakan
Kegiatan yang dilakukan pada rencana tindakan adalah sebagai berikut
1.      Perencanaan
 untuk meningkatkan prestasi belajar siswa peneliti bersama teman sejawat untuk mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan bangun ruang siswa Kelas IV dan mendiskusikan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman tentang bangun ruang tersebut.
2.      Implementasi Tindakan
Peneliti menyusun dan merumuskan masalah yang relevan sesuai dengan rumusan masalah yang hendak diteliti.


3.      Observasi dan Implementasi
Observasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan apakah semua rencana yang dibuat dengan baik, tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dapat memberikan hasil yang kurang maksimal terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dengan pemanfaatan media benda asli secara efektif. observasi dilakukan dengan teman sejawat dalam satu tim dan dilakukan perekaman melalui catatan-catatan.
4.      Analisis dan Refleksi
Hasil kegiatan pembelajaran yang direkam melalui catatan-catatan, direfleksi  kembali untuk dianalisis agar dapat mengetahui kegagalan atau kesalahan yang dialami saat proses belajar mengajar berlangsung dan kemudian didiskusikan dengan teman sejawat  untuk mencari penyelesaiannya yang efektif pada kegiatan pembelajaran berikutnya.
3.4  Teknik dan Instrumen pengumpulan data
a.       Teknik penelitian
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini, untuk mengumpulkan data ada dua jenis yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Adapun cara pengumpulan data kualitatif untuk siswa yaitu keaktifan siswa dalam belajar, interaksi siswa dengan siswa, dan interaksi siswa dengan guru saat proses belajar mengajar berlangsung. sedangkan untuk guru sebelum pembelajaran berlangsung, pada tahap pendahuluan guru memberikan motivasi dan perhatian kepada siswa, tahap kegiatan inti guru dalam menjelaskan materi pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran dan membimbing siswa dalam melakukan aktivitas belajar, baik secara individu maupun kelompok. kemudian pengumpulan data secara kuantitatif yaitu melakukan perekaman daya serap dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajarinya melalui evaluasi secara tertulis dengan alat bantu berupa evaluasi (soal-soal) bentuk isian.
b.      Instrumen Penelitian
Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan.


·         Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan pengamat (teman sejawat). Observasi dalam penelitian ini adalah observasi langsung yaitu peneliti dan pengamat melihat dan mengamati secara langsung kemudian mencatat perilaku dan kejadian yang terjadi pada keadaan yang sebenarnya saat proses belajar mengajar berlangsung.
Observasi dilakukan selama proses pembelajaran dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir. Observasi adalah instrumen yang sering dijumpai dalam penelitian pendidikan. Instrumen observasi akan lebih efektif jika informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau fakta alami, tingkah laku dan hasil kerja responden dalam situasi alami. Sebaliknya, instrumen observasi mempunyai keterbatasan dalam menggali informasi yang berupa pendapat atau persepsi dari subyek yang diteliti (Soekowati, 2006:64).
·         Tes
Tes dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sehingga peneliti dapat merencanakan tindakan yang akan diambil dalam memperbaiki proses pembelajaran. Pemberian tindakan dilakukan melalui dua siklus dan evaluasi dilakukan diakhir siklus untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada setiap siklus. Tes adalah suatu alat pengumpul informasi, bersifat lebih resmi karena penuh dengan batasan-batasan (Arikunto, 2005:33).
·         Wawancara
Wawancara pada penelitian ini menggunakan wawancara tidak berstruktur karena peneliti memandang model ini adalah yang paling luwes, di mana subyek diberi kebebasan untuk menguraikan jawabannya dan ungkapan-ungkapan pandangannya secara bebas dan sesuai hatinya. Wawancara ini digunakan untuk mendapatkan data tentang pendapat siswa mengenai penerapan media pembelajaran benda asli dalam materi bangun ruang pada pelajaran matematika.
·         Catatan Lapangan
Catatan lapangan dipergunakan untuk mendokumentasikan secara keseluruhan kejadian-kejadian selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran.

3.5  Indikator kinerja
Sebagai tolak ukur keberhasilan dari efektivitas penggunaan media benda asli yaitu siswa dapat memahami dan mengerti dengan mudah materi yang dipelajarinya. Indikator ini merupakan tempat dari rencana yang telah dibuat dan implikasinya dalam rangka memperbaiki prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika konsep bangun ruang.
a.       Media benda asli
·         dapat memaksimalkan dalam memanfaatkan media pembelajaran saat proses belajar mengajar berlangsung.
·         dapat memberikan pemahaman kepada siswa dengan mudah sehingga hasil eveluasi dapat mencapai tingkat ketuntasan atau berhasil.
·         siswa dapat membuat bangun ruang dari kertas karton sesuai bangun ruang yang ada saat proses pembelajaran berlangsung.
·         siswa dapat memanfaatkan benda-benda lain yang berhubungan dengan bangun ruang misalnya: kardus kue atau pasta gigi untuk bangun balok.
b.      Prestasi siswa dikatakan meningkat apabila
·         nilai dari evaluasi mencapai ketuntasan yaitu 70-100
·         nilai rata-rata kelas dengan skor 75
3.6  Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang dipergunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan, serta verifikasi refleksi.
1. Reduksi Data
Dalam melakukan reduksi data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara ditulis dalam bentuk rekaman data, dikumpulkan, dirangkum, dan dipilih hal-hal yang pokok, kemudian dicari polanya. Jadi, rekaman data sebagai bahan data mentah singkat disusun lebih sistematis, ditonjolkan pokok-pokok yang penting sehingga lebih tajam hasil pengamatan dalan penelitian ini, juga mempermudah peneliti untuk mencatat kembali data yang diperoleh bila diperlukan.
2. Penyajian Data
Data yang telah direduksi dan dikelompokkan dalam berbagai pola dideskripsikan dalam bentuk kata-kata yang berguna untuk melihat gambaran keseluruhan atau bagian tertentu. Penyajian data ini ditulis dalam paparan data.
3. Penarikan simpulan, verifiasi, dan refleksi
Data yang diperoleh dicari pola , hubungan, atau hal-hal yang sering timbul dari data tersebut kemudian dihasilkan simpulan sementara yang disebut dengan temuan peneliti. Penarikaan simpulan dilakukan terhadap temuan peneliti berupa indikator-indikator yang selanjutnya dilakukan pemaknaan atau refleksi sehingga memperoleh simpulan akhir. Hasil simpulan akhir dilakukan refleksi untuk menentukan atau menyusun rencana tindakan berikutnya.
















Daftar Pustaka
Budijastuti, Widowati. 2001. Strategi Pembelajaran Dalam Pelatihan. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika SMP & MTs Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas.
Hudojo, H.1998. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta. Depdikbud.
Sukayati, 2001. Pembelajaran Matematika Secara Aktif Efektif dengan memanfaatkan Media Pembelajaran. ( Makalah Perlatihan Supervisi Pembelajaran Matematika SD, Tanggal 16 s.d 30 oktober 2001).